Pages

Subscribe:

Labels

Sabtu, 10 Maret 2012

Fosil Rangka Tertua Ditemukan di Australia

Sisa-sisa fosil hewan tertua, yang hidup sekitar 550 juta tahun lalu, yang diketahui bertulang belulang ditemukan di Australia Selatan.

                                                                                                                                                                                         Foto: Wikipedia       
Coronacollina diperkirakan hidup pada jaman Cambrium (Cambrian), di mana daratan masih terhubung menjadi satu kontinen (foto: ilustrasi). 

Tim pakar paleontologi mengatakan makhluk-makhluk kecil mirip spons lunak itu setidaknya hidup 550 juta tahun lalu, hampir 10 juta tahun lebih dulu dari bentuk kehidupan semacam itu yang diduga pernah ada.
Ilmuwan Amerika dari University of California Riverside mengatakan transisi evolusioner organisme bertubuh lunak menjadi bertulang- belulang, menandai inovasi besar bagi hewan.
Tulang belulang fosil itu, yang ditemukan di Australia Selatan, termasuk jenis penghuni purbakala di dasar laut dikenal sebagai Coronacollina acula. Nama Latin itu berarti "bukit kecil berbingkai jarum."
Makhluk berbentuk kerucut yang pendek gemuk itu tampaknya berukuran sekitar 3 sampai 5 cm panjangnya, tapi pada tubuhnya terdapat semacam duri seperti jarum, disebut spikula. Tim ilmuwan yakin spikula digunakan untuk menopang hewan mirip bidal itu, yang tidak mampu bergerak sendiri.
Tim pakar paleontologi mengatakan, mereka kini tahu ada hewan dengan bagian tubuh bertulang tersendiri sebelum terjadinya perubahan cepat dalam hewan yang terkenal itu pada periode Kambrium, dari 542 hingga 488 juta tahun lalu. Coronacollina acula hidup dalam periode Ediacaran sebelumnya.
Dari keseluruhan ratusan spesimen fosil yang mereka temukan, menurut para ilmuwan, tampaknya Coronacollina senang hidup berkelompok.
Menurut tim peneliti University of California Riverside, penemuan fosil tulang belulang era Ediacaran itu memberi wawasan baru ke dalam evolusi kehidupan, terutama bentuk-bentuk paling awal kehidupan di planet ini. Laporan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Geology.

0 komentar:

Poskan Komentar