Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

CT Scan Lebih Efektif Deteksi Kanker Paru-Paru bagi Perokok dan Bekas Perokok

CT Scan bisa mendeteksi tumor kanker paru-paru lebih dini dan pada tahap yang lebih mungkin dapat diobati, dibanding ronsen biasa.
Dr. Steven Birnbaum menjalankan CT Scan pada pasien di Southern New Hampshire Medical Center di Nashua, New Hampshire (03/06/10)
Dr. Steven Birnbaum menjalankan CT Scan pada pasien di Southern New Hampshire Medical Center di Nashua, New Hampshire (03/06/10)


Sebuah studi baru mendapati bahwa perokok dan bekas perokok yang mengidap kanker paru-paru tampaknya lebih mungkin selamat jika penyakit mereka terdeteksi dengan CT Scan dibandingkan ronsen paru-paru biasa.
Studi lima tahun yang dilakukan oleh Institut Kanker Amerika NCI membandingkan ronsen paru-paru bergambar tunggal yang konvensional dengan CT Scan pada sekelompok perokok berat dan bekas perokok yang berjumlah lebih dari 53 ribu di 33 rumah sakit di Amerika. Antara tahun 2002 dan 2004, para periset mengikutsertakan peserta studi berusia antara 55 dan 74 tahun untuk dironsen paru-paru per tahun – selama tiga tahun atau diberi CT Scan tahunan – selama tiga tahun.
CT Scan memberi ahli radiologi gambar paru-paru tiga dimensi yang mendeteksi tumor berpotensi kanker berukuran sekecil butiran beras.
Bulan Desember 2009 ketika tim periset melakukan follow up, mereka menemukan jumlah yang selamat 20% lebih tinggi pada pasien yang menjalani CT Scan, dibandingkan dengan kelompok yang hanya dironsen. Alasannya, CT Scan yang lebih peka bisa melacak luka pada paru-paru yang menderita kanker lebih dini sewaktu kanker tersebut jauh lebih kecil dan lebih mudah diobati.

Pencangkokan Sel Induk Bisa Sembuhkan Kanker

Ilmu kedokteran telah membuat kemajuan untuk menyembuhkan kanker beberapa tahun terakhir ini, terutama dengan mencangkok sel induk penderita kanker itu sendiri.

                                                                                                                                             Foto: Reuters
Seorang peneliti melakukan pembenihan sel induk di laboratorium. Kini teknologi kedokteran memungkinkan pencangkokan sel induk penderita untuk digunakan menyembuhkan penyakit kanker.

Dalam apa yang tampaknya seperti cerita dalam sebuah novel fiksi ilmiah, para peneliti membuat saluran pernafasan baru untuk seorang pria Eritrea yang menderita kanker batang tenggorokan yang langka namun mematikan. Profesor Paolo Macchiarini di Rumah Sakit Universitas Karolinska di Stockholm melakukan operasi dengan bantuan sebuah tim internasional, termasuk dari Bio-sains Harvard, Boston, yang merancang dan membangun bioreaktor yang digunakan untuk pembenihan sel induk pasien.
"Perancah sintetik ini dibuat dalam waktu sekitar dua atau tiga hari di laboratorium Profesor Alex Seifalian di University College di London dan penyangga ini digabungkan dengan bioreaktor, yang kami bangun. Bioreaktor adalah ruang di mana sel-sel ini secara perlahan ditaruh ke permukaan perancah, yang dibuat oleh Profesor Seifalian. Proses itu juga memerlukan sekitar dua hari untuk pertumbuhan. Semua ini dilakukan di bawah tekanan waktu yang ekstrim.  Tapi dalam kasus ini tidak ada pilihan lain. Mereka hanya mempunyai waktu yang sangat singkat di mana operasi mungkin akan sukses," ujar David Green dari Bio-sains Harvard. 

Meskipun jaringan urat manusia telah berhasil dihasilkan di luar tubuh, Green mengatakan pencangkokan batang tenggorokan adalah yang pertama. 

Carl Simon, dari Institut Standar dan Teknologi Nasional(NIST), menunjukkan aspek lain yang unik operasi ini.

Minggu, 11 Maret 2012

Peneliti Irlandia Temukan Protein yang Bisa Tingkatkan Kemanjuran Vaksin

Para pakar di Irlandia telah menemukan semacam tombol untuk menghidupkan dan mematikan kekebalan tubuh dalam protein yang disebut “off-switch,” yang memungkinkan dokter mengontrol kekebalan tubuh terhadap penyakit, dan bisa meningkatkan kemanjuran vaksin melawan penyakit, seperti HIV dan malaria.



Penemuan protein yang disebut “off-switch” bisa meningkatkan kemanjuran vaksin dalam melawan penyakit (foto: ilustrasi).



Tombol “off-switch” itu adalah protein yang disebut TMED7. Para peneliti pada Universitas Trinity di Dublin, Irlandia, mengatakan, dalam sel-sel normal dan sehat, protein itu menenangkan sistem kekebalan tubuh setelah membasmi bakteri.
Anne McGettrick, salah seorang kepala penelitian yang menemukan TMED7 itu, mengumpamakan sistem kekebalan tubuh itu dengan orkes yang terdiri dari banyak alat musik yang berbeda, dan TMED 7 adalah salah satu dari alat musik itu. TMED7 merupakan protein pertama yang merupakan pengatur penting sistem kekebalan itu.
Ia mengatakan, “Mengapa itu membuat kami merasa gembira, karena semakin banyak kita bisa memahami sebagian kecil saja sistem kekebalan tubuh kita, dan semakin kita memahami bagaimana setiap sel bekerja, semakin mungkin kita memahami apa yang terjadi kalau kita sakit – mengapa orang menunjukkan gejala berbeda – dan ketika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi, kita bisa menelusuri apa yang tidak beres.”

Sabtu, 10 Maret 2012

Ilmuwan Temukan Cara Mengubah Kode Genetik untuk Obati Penyakit

Penemuan cara mengubah kode genetik itu bisa mendorong ditemukannya pengobatan yang efektif bagi berbagai penyakit akibat mutasi genetik.



Ilustrasi komputer mengenai protein prion pada manusia, di sebelah kiri adalah rantai protein normal, sementara di sebelah kanan gambar protein prion abnormal.



Beberapa peneliti pada Universitas Rochester di New York meneliti sebuah mutasi khusus dalam kode genetik manusia yang di sebut “stop kodon prematur” yang umum dijumpai dalam berbagai penyakit termasuk kista fibrosis dan  distrofi otot. Diperkirakan sepertiga dari kelainan bawaan ini disebabkan mutasi kode tersebut.
Kode genetik adalah serangkaian instruksi dalam gen yang memerintahkan sel untuk membuat protein tertentu, berupa zat kimia yang merupakan kunci berfungsinya pertumbuhan normal. Stop kodon prematur  yang digambarkan seperti lampu merah oleh ilmuwan adalah mutasi yang mengakibatkan sel berhenti membaca instruksi genetika pada proses sintesa protein sehingga rantai protein yang dihasilkan tidak sempurna dan mengancam kesehatan.

Enzym PI-3 Kinase Gamma akan Dikembangkan untuk Obati Kanker

Selain pada tikus yang mengalami kanker payudara, para periset juga menggunakan pendekatan ini untuk berbagai jenis kanker lain. Periset menyimpulkan bahwa pendekatan ini secara konsisten efektif untuk semua jenis kanker.


Tahun lalu Johnson&Johnson mengumumkan akan merilis alat pendeteksi kanker darah atau HB-Chips ke pasaran. Alat ini mampu mendeteksi sel kanker darah di antara sel-sel yang sehat. (foto: dok)

Ketika kita tersayat, bagian itu segera meradang- bengkak, merah dan perih sementara sistem kekebalan tubuh mengirim sel darah putih untuk melawan infeksi dan menyembuhkan luka.
Sistem kekebalan bereaksi terhadap kanker dengan cara serupa, kata Judith Varner, periset dari Universitas California di San Diego. Ia mengatakan, "Sel darah putih mengalir dengan cepat ke tumor dan mencoba menyembuhkan luka dengan cara yang sebenarnya tidak pernah berhenti. Tidak berhenti karena kanker itu tidak hilang. Jadi sel darah putih itu sebenarnya membantu kanker tumbuh."
Hal itu terjadi ketika sel sistem kekebalan dibajak oleh tumor sehingga menyokong pertumbuhan dan penyebaran tumor. 
Varner dan koleganya mengidentifikasi enzim khusus yang disebut PI-3 kinase gamma yang memungkinkan sel imunitas yang mengalir ke tumor,  berubah menjadi berbahaya. Mereka mencari cara untuk memblok PI-3 kinase gamma, dengan menggunakan obat atau metode genetika, pada tikus-tikus laboratorium. 

Kiat Mengatasi Batuk Pilek Secara Alami


Image139a KIAT MENGATASI BATUK PILEK SECARA ALAMISiapa yang belum pernah terkena batuk pilek? Rasanya jarang ada orang yang kebal batuk pilek. Penyakit ini mudah menyerang setiap orang, tak pandang usia maupun jenis kelamin. Datangnya pun bisa lebih dari sekali dalam setahun, terlebih pada anak-anak. Bagi sebagian orang, penyakit ini malah sudah dianggap penyakit langganan yang selalu datang setiap kali terjadi perubahan musim.
Batuk Pilek Beda dengan Influensa
Biasanya gejala batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya infeksi. Gejalanya sangat khas, yaitu bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk, suara serak. Hal ini bisa berlangsung kurang lebih seminggu. Biasanya hanya 2-3 hari bila gejalanya ringan, tapi bisa sampai 2 minggu bila gejalanya tergolong parah. Namun bila sudah lebih dari 2 minggu gejala pilek belum hilang juga, bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
Terkadang muncul juga gejala lain seperti sakit kepala, demam, otot kaku dan nyeri, lelah dan hilang nafsu makan. Munculnya gejala demam, rasa lelah, dan kehilangan nafsu makan, disebabkan oleh bahan kimia cytokines yang dilepaskan oleh sel darah putih. Dengan cara itu, tubuh berusaha membuat kita beristirahat dan menghemat energy supaya bisa melawan infeksi. Namun gejala ini biasanya hanya muncul pada batuk pilek yang berat atau pada influenza.
Umumnya orang sering terkecok, menyamakan batuk pilek dengan influenza. Gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batu pilek lebih ringan dibandingkan influenza. Influenza cenderung menimbulkan demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah. Tetapi gejala influenza yang ringan, bisa saja mirip dengan batuk pilek. Memang cukup sulit membedakan berdasarkan gejala.
Baik batuk pilek maupun influenza sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virus penyebabnya berbeda. Jenis virus penyebab gejala batuk pilek dan influenza jumlahnya bisa lebih dari 200 macam. Itu sebabnya sulit bagi tubuh kita untuk membangun kekebalan. Karena setiap kali virus yang menyerang bisa berbeda-beda.
Pilek Terjadi Karena Kedinginan?
Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa kedinginan bisa menyebabkan pilek. Berdasarkan penelitian, ternyata tidak pernah terbukti bahwa terpapar cuaca dingin, kedinginan, atau kepanasan bisa menyebabkan pilek jika kita terinfeksi virus. Namun Dr. Elson M. Haas, seorang dokter Amerika yang menggabungkan pengobatan konvensional dan alami, dalam artikelna Staying healthy with Dr. Elson Haas menjelaskan bahwa virus bukan satu-satunya penyebab batuk pilek. Menurut dia, kekebalan tubuhnya lemah cenderung lebih mudah terkena penyakit infeksi. Dan hal-hal yang menyebabkan lemahnya kekebalan tubuh, diantaranya adalah pola makan yang buruk, kurangnya olahraga, stress, dan kurang tidur.

Rabu, 07 Maret 2012

Manfaat dan Khasiat Teh Hijau bagi Kesehatan


Teh merupakan salah satu minuman yang begitu familiar dan banyak peminatnya di wilayah asia dan khususnya di Asia Tenggara. Di Indonesia meminum teh dilakukan setiap hari, berbeda dengan di wilayah eropa minum teh biasanya dilakukan hanya apabila ada perayaan khusus, meminum teh memang banyak manfaatnya, teh minuman yang menyehatkan jelas karena kandungannya yang sangat baik bagi tubuh.

Selama ini banyak orang sering menggunakan teh hijau sebagai minuman kesehatan. Ternyata, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, manfaat teh hijau untuk kesehatan sangatlah banyak.Teh hijau mengandung zat antioksidan yang dapat menolak racun yang akan masuk ke tubuh kita. Teh hijau juga mengandung vitamin E dan vitamin C yang bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan kesehatan rambut.

Dalam teh Hijau kandungan senyawa polifenol yang sangat banyak berperan sebagai pelindung terhadap kanker. Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker tersebut.

Radikal bebas sendiri terbentuk secara alami dalam tubuh. Molekul ini dapat merusak sel-sel manusia. Orang menduga bahwa molekul inilah salah satu penyebab kanker, termasuk berbagai jenis penyakit lain seperti penyakit jantung dan penuaan.

Daun teh hijau yang telah dikeringkan terdiri dari 40% polifenol. Selain dapat memerangi kanker payudara, zat ini juga diyakini dapat menurunkan risiko kanker lambung, paru-paru, usus besar, dubur, hati, dan pankreas.

Manfaat Teh Hijau antara lain adalah sebagai antioksidan, memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah. Maka, tidak heran bila minuman ini disebut-sebut sebagai minuman kaya manfaat.

Ada pula yang harus Anda perhatikan saat Anda minum teh agar zat yang berguna dalam tubuh tidak hilang, antara lain:

Selasa, 06 Maret 2012

Manfaat Madu bagi Kesehatan

Seperti yang kita ketahui semua, ada banyak sekali manfaat madu bagi kesehatan manusia. Bahkan sudah ribuan tahun madu digunakan dalam berbagai pengobatan. Al Quran dari sejak 1.400 tahun lalu menyatakan:
“Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [QS. An-Nahl: 68-69]
Sebelum antibiotik ditemukan di tahun 1930-an, madu masih digunakan dalam perawatan berbagai penyakit. Dengan beralihnya manusia ke pengobatan modern, madu kian tersisih perannya. Belakangan ini ketika banyak bakteri menjadi resisten terhadap obat-obatan, banyak orang “kembali ke alam” dengan memanfaatkan madu dalam pengobatan.

Dan berikut ini merupakan beberapa manfaat madu bagi kesehatan tubuh manusia seperti yang diungkap oleh Times of India.

- Madu bisa menjadi pengganti gula yang sehat
Bisa digunakan untuk pemanis makanan dan minuman. Bila ditambah dengan susu, dapat meningkatkan rasa, serta membantu memperkuat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anda juga dapat menerapkannya pada roti panggang atau menambahkannya ke dalam es krim.