Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

Semua Manusia Non-Afrika Bawa Gen Neanderthal

Penelitian terbaru membuktikan semua manusia di luar Afrika membawa gen Neanderthal.


Reka morfologi Neanderthal (zmescience.com)


Penelitian terbaru yang dilansir di Jurnal Biologi Molekuler dan Evolusi edisi Juli 2011 memastikan semua manusia yang bukan keturunan Afrika membawa gen Neanderthal. Penelitian ini menemukan setiap manusia yang hidup di Eropa, Asia dan Australia membawa gen Neanderthal.

Damian Labuda dari Departemen Kedokteran Universitas Montreal bersama sejumlah koleganya menemukan ini. Mereka menyatakan, beberapa kromosom X pada manusia modern sejatinya berasal dari Neanderthals, namun hanya pada orang yang bukan keturunan Afrika.

"Penemuan ini memastikan bahwa kedua populasi ini kawin-mawin," kata Labuda dalam siaran pers yang diberitakan Discovery News. Para peneliti ini meyakini, kawin-mawin ini terjadi di Timur Tengah, ketika nenek moyang manusia modern keluar dari Afrika dan menyebar ke kawasan lain.

Nenek moyang Neanderthals keluar dari Afrika sekitar 400.000 sampai 800.000 tahun lalu. Mereka berkembang selama beberapa milenia di kawasan yang kini dikenal sebagai Prancis, Spanyol, Jerman dan Rusia. Mereka lalu punah atau kemungkinan masuk dalam populasi manusia modern sekitar 30.000 tahun lalu. Neanderthal memiliki gen untuk bahasa dan kemampuan kriya, seni dan musik yang rumit, sehingga dipastikan menarik bagi manusia saat itu. 

Fosil Mirip Tikus Bisa Ungkap Evolusi Manusia

Ini merupakan fosil tertua yang pernah ditemukan dari kelompok hewan yang disebut eutheria.


Fosil Juramaia sinensis ungkap nenek-moyang makhluk eutheria (physorg.com)



 Para ilmuwan di Cina menemukan fosil hewan sejenis tikus, yang dianggap bakal mengungkap sejarah evolusi mamalia, temasuk manusia. Fosil itu berasal dari makhluk yang diyakini hidup sekitar 160 juta tahun yang lalu.

Fosil dari makhluk yang dinamakan Juramaia sinensis ini merupakan fosil tertua yang pernah ditemukan dari kelompok hewan yang disebuteutheria, atau mamalia plasental. Kelompok hewan mamalia plasental ini memiliki ciri melahirkan, di antaranya seperti sapi, tikus, singa, macan, anjing, paus, dan primata.

Mamalia berbulu yang fosilnya ditemukan di provinsi Liaoning ini diperkirakan tinggal di timur laut Cina selama era Jurasik. Ini merupakan era ketika dinosaurus masih menguasai Bumi. 

Komplek Purbakala di Sumatera

Selain empat rumah, juga ada beberapa lumpang batu, batu menhir dan tempayan.


Selain empat rumah, tim juga menemukan beberapa lumpang batu, batu menhir, dan tempayan kubur. (pkukmweb.ukm.my)


 Komplek rumah batu ditemukan di Dusun Tegur Wangi, Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempu Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Rumah ini merupakan peninggalan sejarah pada abad keenam.

Selasa, 24 April 2012

Manusia Segera Menambang Harta di Asteroid

Planetary Resources hari ini mengumumkan rencana menambang platinum dan air di asteroid.


Planetary Resources, Inc akan menambang platinum dan air di asteroid (SPACE| Planetary Resources)


Ini setting Film Avatar yang dirilis 2009 lalu: sebuah dunia lain nan subur bernama Pandora. Ceritanya soal konflik penduduk dari Bumi dengan suku asli Na'vi, tentang penjelajahan luar angkasa, juga usaha mengeruk mineral yang tak akan pernah cukup memuaskan nafsu manusia. 

Memang tak ada kaitan langsung dengan Avatar. Namun, kabar terbaru ini memberi gambaran bahwa menambang mineral di luar Bumi dimungkinkan. Juga koloni manusia di luar angkasa. 

Seperti dimuat situs sains, Space.com, Selasa 24 April 2012, sebuah perusahaan yang baru diresmikan, yang disokong para pesohor, termasuk sutradara Avatar, James Cameron dan salah satu pendiri Google, Larry Page akan mengumumkan rencana untuk menambang asteroid yang berada dekat Bumi. 

Planetary Resources, Inc, nama perusahaan itu, selain mencari keuntungan dengan penjualan material berharga, juga bertujuan meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi angkasa luar, dengan sumber dayanya, memposisikan diri sebagai 'industri jangkar' untuk membantu menyebarkan spesies manusia ke seantero tata surya. 

"Jika Anda mengincar sumber daya di luar angkasa, langkah yang paling logis adalah menuju ke asteroid dekat Bumi," kata pendiri dan salah satu petinggi Planetary Resources, Eric Anderson. "Mereka sangat berharga, dan mudah dijangkau. Asteroid-asteroid dekat Bumi seumpama buah yang bergelantungan di tata surya."

Perusahaan ini secara resmi mengumumkan rencana penambangan asteroid di Museum Penerbangan Seattle, AS, Selasa pukul 12.30 waktu setempat.

Logam mulia dan air
Ada dua hal yang diincar Planetary Resources: platinum dan air. 

Platinum adalah kelompok logam yang terdiri dari  ruthenium, rhodium, palladium, osmium, iridium, dan platinum, yang hanya ditemukan dalam konsentrasi rendah di Bumi. Sulit untuk mendapatkannya, itu mengapa harganya luar biasa mahal. Logam-logam itu tak terbentuk secara kebetulan di kerak Bumi, melainkan ada akibat dampak tubrukan asteroid. 

"Untuk itulah, kami akan menuju langsung ke sumbernya, asteroid," kata Anderson. "Lebih mudah mendapatkan akses ke konsentrasi tinggi logam-logam platinum di asteroid, ketimbang di kerak Bumi."

Senin, 23 April 2012

Hujan Meteor Lyrid Memukau Dunia

Langit bertabur bintang jatuh direkam pengamat langit di penjuru dunia.

 Pengamat langit Shauna M Jackson mengirim  foto yang diambil pada 22 April dengan berpesan, "Saya mengambil foto ini malam lalu ketika saya sedang memotret aurora dan bintang di timur Elk Island Park di Alberta, Kanada. Saya menemukan satu meteor Lyrid kecil."
Hujan meteor Lyrid (Brian Emfinger) 

Hujan meteor Lyrid dapat dilihat dengan mata telanjang. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan April ketika bumi melewati aliran debu yang tersisa dari komet Thatcher. Obyek langit ini mengorbit matahari sekali setiap 415 tahun. 

Meteor ini tampil bersinar dari perbatasan konstelasi Lyra dan Hercules. Hujan meteor ini membuat takjub pengamat langit di penjuru dunia, seperti kembang api pada langit cerah akhir pekan lalu. Penampakan ini semakin gemerlap dengan dukungan cahaya bulan yang minim. 

Hujan bintang jatuh yang mencapai puncak pada 22 April dini hari ini mencuat saat gelap. Fase baru ini membuat para pengamat dapat melihat dengan jelas ketika cuaca bebas mendung. Tanpa interfensi cahaya bulan, bintang-bintang ini bisa lebih menonjolkan cahayanya.

Paus Orca Putih Dewasa Muncul Pertama Kali

Orca jantan bernama Iceberg ini menyembul dipermukaan laut di kawasan timur Rusia.


Iceberg, paus orca putih yang ditemukan di perairan timur Rusia (BBC - E Lazareva/Ferop)


Para ilmuwan berhasil melihat paus orca putih, yang juga dikenal sebagai paus pembunuh. Ini disebut sebagai kemunculan pertama orca putih berusia dewasa. 

Orca jantan ini diberi nama Iceberg. Paus ini pertama kali terlihat saat menyembul di permukaan laut di pantai Kamchatka, kawasan timur Rusia. Orca putih ini terlihat sehat dan hidup secara normal saat terlihat di habitatnya.

Jenis paus putih memang jarang ditemukan. Sebelumnya, pernah ditemukan orca putih, namun berusia muda, dengan kondisi genetik yang memprihatinkan. Orca putih remaja itu kemudian meninggal di akuarium Kanada di tahun 1972.

Orca putih dewasa ini terlihat dalam sebuah riset kelautan di lepas pantai Kamchatka, oleh peneliti dan mahasiswa yang dipimpin oleh Eric Hoyt. Selama ini Eric Hoyt memang dikenal sebagai peneliti orca, ahli konservasi kelautan, dan penulis yang sekarang menjadi periset senior di Whale and Dolphin Society (WCDS).

Selasa, 13 Maret 2012

Di Masa Depan Alat Komunikasi Ditanam di Baju

Dengan baju seperti ini, banyak manfaat yang bisa didapat.


Dengan baju seperti ini, banyak manfaat yang bisa didapat oleh tentara, tenaga medis, atau bahkan pengguna sipil. (nytimes.com)

John Volakis ingin membuat dunia menjadi hands-free. Direktur dari ElectroScience Laboratory, Ohio State University ini tengah berupaya untuk menghilangkan kebutuhanhardware ponsel seperti earphone Bluetooth dengan memasang perangkat komunikasi ke dalam baju.

“Anda tidak lagi perlu memegang ponsel di telinga Anda,” kata Volakis, seperti dikutip dariNew York Times, 25 Oktober 2011. “Kita akan mengeliminasinya, dan itu akan menjadi bagian dari pakaian kita,” ucapnya.

Jam Nuklir 60x Lebih Akurat Dibanding Atom

Jam nuklir hanya akan meleset satu detik dalam kurun waktu 200 milliar tahun.


 

Peneliti mengklaim, jam nuklir yang memiliki thorium nukleus yang dikontrol dengan cara ini hanya akan meleset hingga satu detik dalam kurun waktu 200 miliar tahun. (sciencedaily.com)

Selama bertahun-tahun, jam atom dianggap sebagai perangkat yang paling akurat untuk menunjukkan waktu. Jam yang menggunakan partikel berukuran sub atomik yang bergerak beberapa kali per detik tersebut nyaris tidak pernah melakukan kesalahan.

Namun demikian, kini kehandalan jam atom sebagai jam yang paling akurat di seluruh dunia kemungkinan akan tergeser oleh jam nuklir karena secara alamiah, nuklir lebih tahan terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan atom dan membuat munculnya potensi kesalahan jadi lebih rendah.

Terkuak, Misteri Patung Easter Island

Patung - patung dibangun oleh penduduk Polinesia antara tahun 1250 dan 1500.

Patung di Easter Island (express.co.uk) 
Patung-patung batu raksasa berbentuk kepala manusia di Easter Island telah lama menjadi misteri besar di dunia arkeologi. Namun, misteri itu kini telah terkuak.

Penelitian ilmiah patung-patung itu pertama kali dilakukan oleh penjelajah asal Inggris, Katherine Routledge pada 1916. Penelitian itu menjelaskan peradaban luar biasa masyarakat Moai yang tinggal di pulau Pasifik Selatan yang berjarak 2.300 mil dari Chili.

Baru-baru ini, penelitian itu dilakukan kembali. Hasilnya juga mengarah pada penemuan penting yang telah dilakukan pada 95 tahun silam itu.

Dari penelitian ulang itu diketahui, pertama, ternyata ada 1.042 dari angka-angka yang diukir pada patung-patung itu. Bukan 887 seperti yang selama ini diyakini.

Senin, 12 Maret 2012

Misteri 'Manuskrip Nabi' Berhasil Dipecahkan

Manuskrip ini telah membingungkan sejarawan, kriptografer, dan bibliophiles berabad-abad



Manuskrip Voynich, paling misterius di dunia (DiscoveryNews)


Ditulis dalam huruf asing dengan sedikit sketsa sebagai ilustrasi, membuat rahasia Manuskrip Voynich terjaga selama ratusan tahun. Manuskrip ini telah membingungkan sejarawan, kriptografer, dan bibliophiles selama berabad-abad.

Namun sekarang, akhirnya misteri itu telah berakhir. Menurut seorang pengusaha asal Finlandia, Viekko Latvala, dirinya telah berhasil menerjemahkan manuskrip yang diklaim dari 'Nabi Tuhan' itu. Latvala mengklaim telah memecahkan kode dan rahasia manuskrip yang diklaim paling misterius di dunia tersebut.

Rekan kerja Latvala, Ari Ketola, sebagaimana dikutip laman foxnews.com, menggambarkan betapa sulitnya penerjemahan karakter misterius itu. "Buku ini adalah karya hidup dan publikasi ilmiah tentang obat yang akan masih berguna hari ini," kata Ketola.

"Penulisnya adalah seorang ilmuwan tanaman, astrologi, farmasi, dan astronomi. Buku ini berisi ramalan beberapa dekade dan ratusan tahun ke depan dari waktu buku ini dibuat."

Minggu, 11 Maret 2012

Pesawat NASA Hasilkan Gambar Badai Raksasa di Saturnus

Pesawat Cassini yang tak berawak mendeteksi badai selebar Bumi tersebut, yang disebut Great White Spot, bulan Desember lalu.



                                                                                                                        Foto: NASA/JPL-Caltech/SSI
Cassini mulai mendeteksi badai yang berupa bintik putih yang besar di bagian utara planet Saturnus pada bulan Desember 2010.



Badan antariksa Amerika, NASA, mengatakan pesawat antariksanya Cassini, telah mengambil gambar-gambar yang paling jelas satu badai yang kuat dan sangat besar di planet Saturnus yang hampir selebar Bumi.
Pesawat Cassini yang tak berawak itu mendeteksi badai tersebut – yang disebut sebagai Great White Spot atau bintik putih yang besar – bulan Desember lalu ketika badai itu terbentuk di belahan utara. Para pakar astronomi yang memeriksa gambar-gambar yang sangat tajam itu mengatakan badai yang maha-besar itu kira-kira 10 ribu kilometer lebarnya, dan berekor awan putih amoniak yang mengelilingi seluruh planet itu.
NASA mengatakan Great White Spot itu adalah badai yang paling besar yang pernah diamati oleh pesawat antariksa yang mengorbit atau terbang dekat planet yang bergelang itu. Saturnus adalah planet kedua terbesar dalam tata surya setelah tetangganya sesama planet gas raksasa, Jupiter.
Tetapi, tidak seperti Great Red Spot Jupiter yang telah terus-menerus berkobar selama lebih 300 tahun, para pakar astronomi mengatakan Saturnus mengalami satu Great White Spot hanya kira-kira setiap 30 tahun, dan masing-masing badai itu berlangsung hanya beberapa bulan.

Gambar Terbaru Mars Tunjukkan Indikasi Adanya Air Cair

Gambar-gambar yang dikirimkan oleh satelit pemantau yang mengorbit Mars mengungkapkan indikasi adanya air garam yang cair di planet merah itu.



                                                                                                                                                Foto: NASA
Gambar permukaan planet Mars yang dikirimkan oleh satelit pengamat NASA menunjukkan indikasi adanya air garam cair.



Badan antariksa Amerika NASA mengatakan pengamatan dari satelit pemantau yang mengorbit Mars mengungkapkan indikasi bahwa air garam yang cair mungkin mengalir di permukaan Mars dalam bulan-bulan paling panas planet merah itu.
NASA mengatakan gambar-gambar yang sangat jelas menunjukkan endapan seperti jari yang panjang dan gelap yang panjangnya ratusan kilometer yang turun ke bagian-bagian tembok curam kawah yang lebarnya 300 kilometer, yang terletak di tengah garis lintang belahan selatan planet itu. Kamera dalam satelit yang mengorbit Mars itu mengambil gambar-gambar selama beberapa tahun.

Tim Peneliti Internasional Simpulkan Penyebab Miringnya Poros Uranus

Penelitian menyimpulkan bahwa Uranus pernah diguncang oleh dua tubrukan dengan benda angkasa yang lebih kecil lebih dari 4 milyar tahun lalu.



                                                                                                                                           Foto: Wikipedia
Gambar planet Uranus yang diambil oleh pesawat antariksa NASA, Voyager 2 tahun 1986 (foto: dok.).



Para pakar astronomi telah lama bertanya-tanya mengapa planet Uranus, planet ke-7 dari Matahari dan ke-3 terbesar dalam tata surya, adalah satu-satunya planet yang poros utara-selatannya miring tajam ke samping, 98 derajat dari garis tegak lurus. Sebagai perbandingan, poros Bumi hanya miring 23,5 derajat, yang memungkinkan kita mengalami musim-musim.
Satu teori populer berpendapat bahwa kemiringan Uranus yang aneh itu adalah akibat tubrukan dahulu kala dengan satu lagi benda sebesar planet.

Pesawat NASA Siap Mengorbit di Asteroid Vesta

Pesawat tak berawak 'Dawn' sudah siap untuk mengitari asteroid Vesta, asteroid kedua terbesar antara planet Mars dan Jupiter.



                                                                               Foto: Wikipedia
Gambar asteroid Vesta yang dikirim oleh pesawat antariksa NASA 'Dawn' tanggal 9 Juli 2011. Asteroid Vesta memiliki lebar sekitar 530 kilometer.



Badan Antariksa Amerika, NASA, mengatakan pesawat antariksa tak berawak Dawn sudah siap untuk turun ke orbit yang mengitari asteroid Vesta yang lebarnya 530 kilometer, benda kedua terbesar dalam jalur utama asteroid antara Mars dan Jupiter.
Kalau semua berjalan sesuai dengan rencana, Dawn mulai mengorbit batu yang besar itu Sabtu pagi waktu Amerika Timur, setelah melakukan perjalanan selama 4 tahun. Pesawat robot penyelidik itu akan menjadi pesawat antariksa yang pertama dalam sejarah mengorbit benda di jalur asteroid utama.
Insinyur misi mengatakan Vesta dan Dawn akan terpisah dengan jarak kira-kira 16 ribu kilometer ketika batu antariksa berkawah itu menangkap pesawat antariksa tersebut dalam orbitnya. Pada saat itu, NASA mengatakan asteroid dan satelit buatan manusia itu akan berada kira-kira 188 juta kilometer dari Bumi.

Purwarupa Planet Asteroid Terbesar di Bima Sakti

Asteroid terbesar di dalam Sistem Bima sakti sebenarnya adalah purwarupa planet, satu blok yang sedang berkembang menjadi planet sesungguhnya yang lebih besar, demikian hasil satu studi.
Beberapa peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA), membuat kesimpulan tersebut setelah menggunakan teleskop Antariksa Hubble untuk mempelajari Pallas, asteroid terbesar kedua di dalam Sistem Bimasakti, kata studi tersebut, yang disiarkan di dalam jurnal “Science”.
Pallas, yang namanya diambil dari nama Dewi Yunani, Pallas Athena, berada di sabuk utama asteroid antara orbit Jupiter dan Mars.
Menurut teori pembentukan planet, purwarupa planet adalah awan partikel gas, batu dan debu yang berada dalam proses pembentukan satu planet.Purwarupa planet agak berada di jalur masing-masing orbit lain, sehingga terjadi benturan dan secara berangsur membentuk planet yang sesungguhnya.
“Sangat menggairahkan untuk menyaksikan satu objek perspektif baru ini yang sangat menarik dan belum di amati oleh Hubble dengan resolusi tinggi,”kata mahsiswi tingkat doktor UCLA Britney E. Schmidt, penulis utama studi itu.
“Kami memperkirakan asteroid yang sangat besar ini bukan hanya sebagai blok planet yang sedang terbentuk tapi sebagai peluang untuk meneliti pembentukan planet beku pada waktunya.”

Asteroid Lutetia Dapat Ungkap Rahasia

Penemuan baru yang mengejutkan mengenai asteroid yang diberi nama Lutetia 21, membuatnya sebagai salah satu benda antariksa terpenting dalam sistem tata surya kita. Alasannya, karena Lutetia bisa mengungkapkan misteri yang dimulai milyaran tahun lalu.


Para ilmuwan ESA mengatakan bahwa asteroid Lutetia 21 merupakan salah satu benda paling padat dalam rangkaian asteroid yang terletak di antara planet Mars dan Jupiter.
Para ilmuwan ESA mengatakan bahwa asteroid Lutetia 21 merupakan salah satu benda paling padat dalam rangkaian asteroid yang terletak di antara planet Mars dan Jupiter.



Para ilmuwan yang terlibat dalam proyek itu mengatakan pengamatan yang dilakukan oleh pesawat antariksa Rosetta pada bulan Juli 2010 memberikan bukti kuat bahwa Lutetia terbentuk pada saat yang sama dan dengan cara yang sama seperti terbentuknya planet-planet. Penyelidikan tersebut menunjukkan bagian dalam asteroid itu tetap utuh sejak struktur itu terbentuk sekitar empat milyar tahun lalu, walaupun permukaan Lutetia menunjukkan tanda-tanda banyaknya benturan.
Para peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) mengatakan yakin Lutetia merupakan susunan dasar planet yang disebut planetesimal. Kebanyakan asteroid merupakan kumpulan acak pecahan-pecahan batu dan serpihan-serpihan logam yang menyatu sekenanya berasal dari benda-benda antariksa lainnya, tetapi Lutetia lebih padat.

Komet Misterius 'Lovejoy' Baru akan Terlihat dari Bumi 314 Tahun Lagi

Sabtu, 31 Desember 2011


Para astronom mengatakan orbit Komet Lovejoy yang sangat unik itu membuatnya tidak akan muncul lagi sampai tahun 2325.



                                                                                                                         Foto: ASSOCIATED PRESS
Foto NASA menunjukkan komet Lovejoy terlihat dekat horizon Bumi pada 21 December 2011 malam hari. Foto diambil dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS).



Komet langka yang dijuluki sungrazer itu telah membuat para astronom di seluruh dunia terpesona sejak komet ini ditemukan tanggal 27 November oleh astronom amatir Terry Lovejoy dari Australia, dan kemudian selamat setelah hampir berpapasan dengan Matahari hanya 2,5 pekan kemudian.
Kalangan astronom memprediksi bola raksasa yang bersinar terang, terbuat dari es, debu, dan gas beku itu akan menguap manakala komet itu berpapasan dengan permukaan Matahari pada jarak 140.000 kilometer tanggal 15 Desember. Tetapi, mereka tercengang beberapa hari kemudian ketika komet Lovejoy muncul kembali setelah peristiwa itu, relatif tanpa cacat.
Sungrazer langka ini bahkan muncul lagi untuk terakhir kali di langit di atas belahan bumi bagian Selatan beberapa hari sebelum hari Natal selagi komet itu mulai bergerak menjauhi matahari.

Pakar Astronomi Temukan Planet Air Beruap Tebal

Para peneliti di Pusat Astro-Fisika Smithsonian Harvard menggambarkan planet yang dinamakan Gj-1214b itu sebagai dunia air yang dikelilingi atmosfir beruap tebal.


Gambar planet GJ1214b (Foto: dok)
                                                                                                                                                Foto: NASA
Gambar planet GJ1214b (Foto: dok)



Para pakar astronomi telah menemukan jenis baru planet yang ditutupi samudera dan baru satu jenis ini yang ditemukan di dalam dan diluar tata surya kita. Mereka mengatakan exoplanet ini hampir tiga kali diameter Bumi dan beratnya hampir tujuh kali berat Bumi.
Namun, para pakar astronomi harus menciptakan klasifikasi planet baru untuk menampung super-Bumi baru yang penuh air itu, yang tidak cocok dimasukkan pada penggolongan jenis planet sebelumnya, seperti berbatu-batu, ber-es atau ditutupi gas.
Mereka mengatakan apa yang membuat exoplanet beruap ini tidak biasa adalah bahwa bagian yang besar massanya berupa air, dan planet itu mempunyai lebih sedikit batu daripada Bumi, atau planet berbatu manapun yang telah diketahui.
Exoplanet tersebut hanya 40 tahun cahaya jauhnya, termasuk dekat, menurut ukuran alam semesta. Planet itu mengorbit  bintang kerdil setiap 38 jam dari jarak hanya dua juta kilometer.  Para pakar astronomi mengatakan bahwa kedekatannya pada matahari membuat suhu di permukaan planet itu mencapai sekitar 230 dejarat Celsius, yang membuatnya terlalu panas untuk didiami mahluk hidup seperti yang kita kenal.

Lubang Hitam Galaksi Bimasakti Kemungkinan ‘Melahap’ Asteroid

Tim astronom di Inggris mengatakan ada bukti baru yang menunjukkan lubang hitam superbesar di pusat galaksi Bimasakti kita sehari-hari ‘menyedot’ dan menghancurkan asteroid-asteroid yang diambilnya dari bintang induk mereka.



Tim astronomi Inggris di Universitas Leicester menganalisa semburan cahaya-cahaya yang muncul dari Lubang Hitam di pusat galaksi Bima Sakti. Data-data ini diperoleh dari Observatorium X-ray Chandra milik Badan Antariksa Amerika (NASA).



Menurut tim ilmuwan dari Universitas Leicester di Inggris, temuan-temuan itu bisa ikut menjelaskan fenomena terjadinya cahaya-cahaya terang yang menyembur dari lubang hitam di tengah Bimasakti sekitar sekali sehari. Tim astronom Inggris itu melakukan studi mereka dengan data yang dikumpulkan oleh Observatorium X-ray Chandra milik Badan Antariksa Amerika (NASA).
Tim ilmuwan itu mengatakan analisa mereka mengenai data Chandra tersebut menunjukkan bahwa lubang hitam Bimasakti, dikenal sebagaiSagittarius-A, dikelilingi oleh awan raksasa yang mengandung triliunan asteroid dan komet yang tertangkap oleh kekuatan gravitasi bertenaga tinggi lubang hitam tersebut.
Para ilmuwan itu mengestimasi bahwa setiap asteroid yang melintas dalam kisaran 160 kilometer dari Sagittarius-A kemungkinan mengalami nasib mengerikan yaitu terpecah belah dan menguap sewaktu ditarik masuk ke dalam ruang hampa yang tak terhindarkan dalam lubang hitam itu. Gesekan yang terjadi semasa proses penguapan dahsyat itu menimbulkan cahaya tadi.

Lubang Hitam Kecil Bangkitkan Angin Kosmik

NASA mengatakan, lubang hitam 'stellar mass' adalah relatif kecil, dengan massa hanya 5 hingga 10 kali matahari kita.



                                                                                                           Foto: Illustration: NASA/CXC/M.Weiss
Gambar ilustrasi lubang hitam 'stellar mass' yang menyedot gas di dekatnya (sebelah kanan) sehingga menghasilkan angin kosmik berkecepatan tinggi 32 juta km/jam dan cahaya



Badan antariksa Amerika, NASA mengatakan angin kosmik yang dibangkitkan oleh lingkaran gas kosmik yang berputar mengelilingi sejenis lubang hitam ukuran kecil adalah yang paling cepat pernah dicatat dekat lubang hitam demikian.
Para peneliti NASA mengatakan mereka mencatat kecepatan angin 32 juta kilometer per jam -- kira-kira 3 persen kecepatan cahaya—dengan menggunakan alat dalam Chandra X-Ray Observatory.
Kecepatan angin kosmik yang demikian tinggi sebelumnya dikira hanya terjadi dekat lubang hitam yang paling besar di jagat raya. Lubang hitam adalah benda paling padat dan paling berat di jagat raya. Medan gravitasinya yang kuat itu menciptakan vortex yang menyedot gas dan kepingan-kepingan benda dari jutaan kilometer sekelilingnya dan bahkan menangkap cahaya dan tidak dapat lolos dari cengkeramannya.