Pages

Subscribe:

Labels

Sabtu, 10 Maret 2012

Ilmuwan Temukan Cara Mengubah Kode Genetik untuk Obati Penyakit

Penemuan cara mengubah kode genetik itu bisa mendorong ditemukannya pengobatan yang efektif bagi berbagai penyakit akibat mutasi genetik.



Ilustrasi komputer mengenai protein prion pada manusia, di sebelah kiri adalah rantai protein normal, sementara di sebelah kanan gambar protein prion abnormal.



Beberapa peneliti pada Universitas Rochester di New York meneliti sebuah mutasi khusus dalam kode genetik manusia yang di sebut “stop kodon prematur” yang umum dijumpai dalam berbagai penyakit termasuk kista fibrosis dan  distrofi otot. Diperkirakan sepertiga dari kelainan bawaan ini disebabkan mutasi kode tersebut.
Kode genetik adalah serangkaian instruksi dalam gen yang memerintahkan sel untuk membuat protein tertentu, berupa zat kimia yang merupakan kunci berfungsinya pertumbuhan normal. Stop kodon prematur  yang digambarkan seperti lampu merah oleh ilmuwan adalah mutasi yang mengakibatkan sel berhenti membaca instruksi genetika pada proses sintesa protein sehingga rantai protein yang dihasilkan tidak sempurna dan mengancam kesehatan.

Enzym PI-3 Kinase Gamma akan Dikembangkan untuk Obati Kanker

Selain pada tikus yang mengalami kanker payudara, para periset juga menggunakan pendekatan ini untuk berbagai jenis kanker lain. Periset menyimpulkan bahwa pendekatan ini secara konsisten efektif untuk semua jenis kanker.


Tahun lalu Johnson&Johnson mengumumkan akan merilis alat pendeteksi kanker darah atau HB-Chips ke pasaran. Alat ini mampu mendeteksi sel kanker darah di antara sel-sel yang sehat. (foto: dok)

Ketika kita tersayat, bagian itu segera meradang- bengkak, merah dan perih sementara sistem kekebalan tubuh mengirim sel darah putih untuk melawan infeksi dan menyembuhkan luka.
Sistem kekebalan bereaksi terhadap kanker dengan cara serupa, kata Judith Varner, periset dari Universitas California di San Diego. Ia mengatakan, "Sel darah putih mengalir dengan cepat ke tumor dan mencoba menyembuhkan luka dengan cara yang sebenarnya tidak pernah berhenti. Tidak berhenti karena kanker itu tidak hilang. Jadi sel darah putih itu sebenarnya membantu kanker tumbuh."
Hal itu terjadi ketika sel sistem kekebalan dibajak oleh tumor sehingga menyokong pertumbuhan dan penyebaran tumor. 
Varner dan koleganya mengidentifikasi enzim khusus yang disebut PI-3 kinase gamma yang memungkinkan sel imunitas yang mengalir ke tumor,  berubah menjadi berbahaya. Mereka mencari cara untuk memblok PI-3 kinase gamma, dengan menggunakan obat atau metode genetika, pada tikus-tikus laboratorium. 

Aurora


Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis (IPA /ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.                                                                Aurora Borealis di atas Danau Bear, Alaska

Fosil Rangka Tertua Ditemukan di Australia

Sisa-sisa fosil hewan tertua, yang hidup sekitar 550 juta tahun lalu, yang diketahui bertulang belulang ditemukan di Australia Selatan.

                                                                                                                                                                                         Foto: Wikipedia       
Coronacollina diperkirakan hidup pada jaman Cambrium (Cambrian), di mana daratan masih terhubung menjadi satu kontinen (foto: ilustrasi). 

Tim pakar paleontologi mengatakan makhluk-makhluk kecil mirip spons lunak itu setidaknya hidup 550 juta tahun lalu, hampir 10 juta tahun lebih dulu dari bentuk kehidupan semacam itu yang diduga pernah ada.
Ilmuwan Amerika dari University of California Riverside mengatakan transisi evolusioner organisme bertubuh lunak menjadi bertulang- belulang, menandai inovasi besar bagi hewan.
Tulang belulang fosil itu, yang ditemukan di Australia Selatan, termasuk jenis penghuni purbakala di dasar laut dikenal sebagai Coronacollina acula. Nama Latin itu berarti "bukit kecil berbingkai jarum."
Makhluk berbentuk kerucut yang pendek gemuk itu tampaknya berukuran sekitar 3 sampai 5 cm panjangnya, tapi pada tubuhnya terdapat semacam duri seperti jarum, disebut spikula. Tim ilmuwan yakin spikula digunakan untuk menopang hewan mirip bidal itu, yang tidak mampu bergerak sendiri.
Tim pakar paleontologi mengatakan, mereka kini tahu ada hewan dengan bagian tubuh bertulang tersendiri sebelum terjadinya perubahan cepat dalam hewan yang terkenal itu pada periode Kambrium, dari 542 hingga 488 juta tahun lalu. Coronacollina acula hidup dalam periode Ediacaran sebelumnya.
Dari keseluruhan ratusan spesimen fosil yang mereka temukan, menurut para ilmuwan, tampaknya Coronacollina senang hidup berkelompok.
Menurut tim peneliti University of California Riverside, penemuan fosil tulang belulang era Ediacaran itu memberi wawasan baru ke dalam evolusi kehidupan, terutama bentuk-bentuk paling awal kehidupan di planet ini. Laporan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Geology.

Oksigen Ditemukan di Bulan Planet Saturnus

NASA mengatakan pesawat antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus, mendeteksi sejumlah kecil oksigen pada bulan Saturnus, Dione.

Foto planet Saturnus yang dihasilkan oleh pesawat antariksa NASA, Cassini (foto: dok).                                                    Foto: NASA



Badan antariksa Amerika, NASA, mengatakan penemuan molekul oksigen baru-baru ini sekeliling satu dari bulan Saturnus, Dione, memberi indikasi unsur itu umum terdapat dalam sistem planet bergelang itu dan menunjukkan kemungkinan unsur tersebut dapat dihasilkan melalui proses yang tidak melibatkan mahluk hidup.
NASA mengatakan pesawat antariksa robot Cassini, yang mengorbit Saturnus, mendeteksi sejumlah sangat kecil ion molekul oksigen.
Para ilmuwan Cassini mengatakan satelit yang ditutupi es itu mempunyai atmosfir netral yang sangat tipis, yang disebut exosphere, yang densitasnya sama dengan atmosfir pada ketinggian 480 kilometer di atas permukaan Bumi. Dalam udara Dione yang renggang itu, Cassini menemukan hanya satu molekul oksigen dalam ruang setiap 11 sentimeter kubik.
Penemuan Cassini itu memberi indikasi molekul oksigen tersebut dihasilkan dari permukaan es-air bulan planet Saturnus yang kecil itu ketika permukaan bulan itu dibombardir dengan photon sinar matahari atau partikel yang lebih kecil dari atom yang biasa melintas di antariksa.
Tetapi, para ilmuwan NASA mengatakan mereka akan terus mencari proses geologi dan lain-lain yang juga mungkin menghasilkan oksigen tersebut. Tahun 2010, pesawat pengorbit NASA itu mendeteksi exosphere tipis serupa, yang juga mempunyai sedikit oksigen, sekeliling Rhea, satu lagi dari lebih 60 bulan planet Saturnus.Foto gunung es di salah satu bulan planet Saturnus yang paling besar, Titan, diambil dari pesawat antariksa NASA, Cassini (foto: dok).
Laporan mengenai penemuan oksigen di Dione oleh pesawat Cassini itu dimuat dalam jurnal “Geophysical Research Letters.” Pesawat antariksa Cassini telah mengorbit Saturnus sejak tahun 2004.

Bumi Zaman Dinosaurus Berselimut Hutan dari Kutub ke Kutub

Para ilmuwan di Universitas London mengemukakan analisa mereka berdasarkan peta pra-sejarah baru pada analisa mereka di tempat-tempat fosil hutan pada masa "Cretaceous geology".

Pohon Araucaria araucana (Monkey Puzzle Tree) di selatan Andes, Chile (Foto: dok).                           Foto: Wikipedia/William S. Kessler



Peta pertama yang jelas yang menggambarkan hutan Bumi sebagaimana adanya pada puncak zaman dinosaurus memberi indikasi bahwa planet kita sangat panas 100 juta tahun yang lalu, dan ditutupi oleh hutan yang bertumbuh cepat dan hijau sepanjang tahun yang dinamakan pepohonan “monkey-puzzle.”
Mereka menyimpulkan dari pola tumbuhan dan laju pertumbuhan bahwa permukaan tanah bumi ditutupi hampir dari kutub-ke-kutub oleh hutan luas yang terdiri dari apa yang disebut pohon-pohon monkey puzzle Araucaria araucana, pohon yang tinggi, kuat, dan berbentuk aneh yang masih tumbuh dalam hutan moderen.
Para ilmuwan mencurigai bahwa kadar tinggi karbon dioksida yang memerangkap panas dalam atmosfir 100 juta tahun lalu membantu pohon tumbuh cepat dfan tinggi, dan menyebar ke kawasan beriklim sangat dingin di kawasan kutub utara dan selatan, yang pada waktu itu mempunyai lebih banyak pohon daripada es.
Gas karbon dioksida atau CO2 memerangkap panas sinar matahari dalam atmosfir bumi, yang mengakibatkan suhu permukaan global rata-rata lebih tinggi, fenomena yang berhubungan dengan iklim yang biasa disebut pemanasan global.

Ilmuwan Cina Mengaku Temukan Cikal-Bakal Tyronnosaurus Rex Tertua di Dunia


Para ilmuwan yang bekerja di Cina mengatakan, mereka menduga sudah menemukan cikal-bakal tertua Tyrannosaurus Rex yang diketahui. Dalam laporan yang dimuat hari Kamis dalam majalah sains “Nature”, para periset mengatakan dinosaurus yang baru ditemukan itu hidup sekitar 160 juta tahun yang lalu, di akhir zaman Jurassic.
Menurut laporan itu, dua contoh fosil dinosaurus itu ditemukan di Lembah Junga, Cina baratlaut. Mereka mengatakan binatang pra-sejarah itu memiliki panjang sekitar dua meter. Yang paling menarik dari penampilannya adalah mahkota di kepalanya, yang serupa dengan yang ditemukan pada sejumlah burung masa kini seperti hornbill dan kasuari.
Para periset itu menduga mahkota itu adalah untuk menarik lawan jenis. Karena mahkota itu, para saintis menyebut dinosaurus baru itu “Guanlong wecaii” yang berasal dari bahasa mandarin yang berarti “naga bermahkota”.