Pages

Subscribe:

Labels

Minggu, 11 Maret 2012

Purwarupa Planet Asteroid Terbesar di Bima Sakti

Asteroid terbesar di dalam Sistem Bima sakti sebenarnya adalah purwarupa planet, satu blok yang sedang berkembang menjadi planet sesungguhnya yang lebih besar, demikian hasil satu studi.
Beberapa peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA), membuat kesimpulan tersebut setelah menggunakan teleskop Antariksa Hubble untuk mempelajari Pallas, asteroid terbesar kedua di dalam Sistem Bimasakti, kata studi tersebut, yang disiarkan di dalam jurnal “Science”.
Pallas, yang namanya diambil dari nama Dewi Yunani, Pallas Athena, berada di sabuk utama asteroid antara orbit Jupiter dan Mars.
Menurut teori pembentukan planet, purwarupa planet adalah awan partikel gas, batu dan debu yang berada dalam proses pembentukan satu planet.Purwarupa planet agak berada di jalur masing-masing orbit lain, sehingga terjadi benturan dan secara berangsur membentuk planet yang sesungguhnya.
“Sangat menggairahkan untuk menyaksikan satu objek perspektif baru ini yang sangat menarik dan belum di amati oleh Hubble dengan resolusi tinggi,”kata mahsiswi tingkat doktor UCLA Britney E. Schmidt, penulis utama studi itu.
“Kami memperkirakan asteroid yang sangat besar ini bukan hanya sebagai blok planet yang sedang terbentuk tapi sebagai peluang untuk meneliti pembentukan planet beku pada waktunya.”

Asteroid Lutetia Dapat Ungkap Rahasia

Penemuan baru yang mengejutkan mengenai asteroid yang diberi nama Lutetia 21, membuatnya sebagai salah satu benda antariksa terpenting dalam sistem tata surya kita. Alasannya, karena Lutetia bisa mengungkapkan misteri yang dimulai milyaran tahun lalu.


Para ilmuwan ESA mengatakan bahwa asteroid Lutetia 21 merupakan salah satu benda paling padat dalam rangkaian asteroid yang terletak di antara planet Mars dan Jupiter.
Para ilmuwan ESA mengatakan bahwa asteroid Lutetia 21 merupakan salah satu benda paling padat dalam rangkaian asteroid yang terletak di antara planet Mars dan Jupiter.



Para ilmuwan yang terlibat dalam proyek itu mengatakan pengamatan yang dilakukan oleh pesawat antariksa Rosetta pada bulan Juli 2010 memberikan bukti kuat bahwa Lutetia terbentuk pada saat yang sama dan dengan cara yang sama seperti terbentuknya planet-planet. Penyelidikan tersebut menunjukkan bagian dalam asteroid itu tetap utuh sejak struktur itu terbentuk sekitar empat milyar tahun lalu, walaupun permukaan Lutetia menunjukkan tanda-tanda banyaknya benturan.
Para peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) mengatakan yakin Lutetia merupakan susunan dasar planet yang disebut planetesimal. Kebanyakan asteroid merupakan kumpulan acak pecahan-pecahan batu dan serpihan-serpihan logam yang menyatu sekenanya berasal dari benda-benda antariksa lainnya, tetapi Lutetia lebih padat.

Komet Misterius 'Lovejoy' Baru akan Terlihat dari Bumi 314 Tahun Lagi

Sabtu, 31 Desember 2011


Para astronom mengatakan orbit Komet Lovejoy yang sangat unik itu membuatnya tidak akan muncul lagi sampai tahun 2325.



                                                                                                                         Foto: ASSOCIATED PRESS
Foto NASA menunjukkan komet Lovejoy terlihat dekat horizon Bumi pada 21 December 2011 malam hari. Foto diambil dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS).



Komet langka yang dijuluki sungrazer itu telah membuat para astronom di seluruh dunia terpesona sejak komet ini ditemukan tanggal 27 November oleh astronom amatir Terry Lovejoy dari Australia, dan kemudian selamat setelah hampir berpapasan dengan Matahari hanya 2,5 pekan kemudian.
Kalangan astronom memprediksi bola raksasa yang bersinar terang, terbuat dari es, debu, dan gas beku itu akan menguap manakala komet itu berpapasan dengan permukaan Matahari pada jarak 140.000 kilometer tanggal 15 Desember. Tetapi, mereka tercengang beberapa hari kemudian ketika komet Lovejoy muncul kembali setelah peristiwa itu, relatif tanpa cacat.
Sungrazer langka ini bahkan muncul lagi untuk terakhir kali di langit di atas belahan bumi bagian Selatan beberapa hari sebelum hari Natal selagi komet itu mulai bergerak menjauhi matahari.

Pakar Astronomi Temukan Planet Air Beruap Tebal

Para peneliti di Pusat Astro-Fisika Smithsonian Harvard menggambarkan planet yang dinamakan Gj-1214b itu sebagai dunia air yang dikelilingi atmosfir beruap tebal.


Gambar planet GJ1214b (Foto: dok)
                                                                                                                                                Foto: NASA
Gambar planet GJ1214b (Foto: dok)



Para pakar astronomi telah menemukan jenis baru planet yang ditutupi samudera dan baru satu jenis ini yang ditemukan di dalam dan diluar tata surya kita. Mereka mengatakan exoplanet ini hampir tiga kali diameter Bumi dan beratnya hampir tujuh kali berat Bumi.
Namun, para pakar astronomi harus menciptakan klasifikasi planet baru untuk menampung super-Bumi baru yang penuh air itu, yang tidak cocok dimasukkan pada penggolongan jenis planet sebelumnya, seperti berbatu-batu, ber-es atau ditutupi gas.
Mereka mengatakan apa yang membuat exoplanet beruap ini tidak biasa adalah bahwa bagian yang besar massanya berupa air, dan planet itu mempunyai lebih sedikit batu daripada Bumi, atau planet berbatu manapun yang telah diketahui.
Exoplanet tersebut hanya 40 tahun cahaya jauhnya, termasuk dekat, menurut ukuran alam semesta. Planet itu mengorbit  bintang kerdil setiap 38 jam dari jarak hanya dua juta kilometer.  Para pakar astronomi mengatakan bahwa kedekatannya pada matahari membuat suhu di permukaan planet itu mencapai sekitar 230 dejarat Celsius, yang membuatnya terlalu panas untuk didiami mahluk hidup seperti yang kita kenal.

Lubang Hitam Galaksi Bimasakti Kemungkinan ‘Melahap’ Asteroid

Tim astronom di Inggris mengatakan ada bukti baru yang menunjukkan lubang hitam superbesar di pusat galaksi Bimasakti kita sehari-hari ‘menyedot’ dan menghancurkan asteroid-asteroid yang diambilnya dari bintang induk mereka.



Tim astronomi Inggris di Universitas Leicester menganalisa semburan cahaya-cahaya yang muncul dari Lubang Hitam di pusat galaksi Bima Sakti. Data-data ini diperoleh dari Observatorium X-ray Chandra milik Badan Antariksa Amerika (NASA).



Menurut tim ilmuwan dari Universitas Leicester di Inggris, temuan-temuan itu bisa ikut menjelaskan fenomena terjadinya cahaya-cahaya terang yang menyembur dari lubang hitam di tengah Bimasakti sekitar sekali sehari. Tim astronom Inggris itu melakukan studi mereka dengan data yang dikumpulkan oleh Observatorium X-ray Chandra milik Badan Antariksa Amerika (NASA).
Tim ilmuwan itu mengatakan analisa mereka mengenai data Chandra tersebut menunjukkan bahwa lubang hitam Bimasakti, dikenal sebagaiSagittarius-A, dikelilingi oleh awan raksasa yang mengandung triliunan asteroid dan komet yang tertangkap oleh kekuatan gravitasi bertenaga tinggi lubang hitam tersebut.
Para ilmuwan itu mengestimasi bahwa setiap asteroid yang melintas dalam kisaran 160 kilometer dari Sagittarius-A kemungkinan mengalami nasib mengerikan yaitu terpecah belah dan menguap sewaktu ditarik masuk ke dalam ruang hampa yang tak terhindarkan dalam lubang hitam itu. Gesekan yang terjadi semasa proses penguapan dahsyat itu menimbulkan cahaya tadi.

Lubang Hitam Kecil Bangkitkan Angin Kosmik

NASA mengatakan, lubang hitam 'stellar mass' adalah relatif kecil, dengan massa hanya 5 hingga 10 kali matahari kita.



                                                                                                           Foto: Illustration: NASA/CXC/M.Weiss
Gambar ilustrasi lubang hitam 'stellar mass' yang menyedot gas di dekatnya (sebelah kanan) sehingga menghasilkan angin kosmik berkecepatan tinggi 32 juta km/jam dan cahaya



Badan antariksa Amerika, NASA mengatakan angin kosmik yang dibangkitkan oleh lingkaran gas kosmik yang berputar mengelilingi sejenis lubang hitam ukuran kecil adalah yang paling cepat pernah dicatat dekat lubang hitam demikian.
Para peneliti NASA mengatakan mereka mencatat kecepatan angin 32 juta kilometer per jam -- kira-kira 3 persen kecepatan cahaya—dengan menggunakan alat dalam Chandra X-Ray Observatory.
Kecepatan angin kosmik yang demikian tinggi sebelumnya dikira hanya terjadi dekat lubang hitam yang paling besar di jagat raya. Lubang hitam adalah benda paling padat dan paling berat di jagat raya. Medan gravitasinya yang kuat itu menciptakan vortex yang menyedot gas dan kepingan-kepingan benda dari jutaan kilometer sekelilingnya dan bahkan menangkap cahaya dan tidak dapat lolos dari cengkeramannya.

ESA: Planet Venus Berputar Makin Lambat

Badan Antariksa Eropa, ESA, mengatakan Venus tampaknya berputar pada porosnya sedikit lebih lambat sekarang daripada putarannya pada awal tahun 1990-an, yang menambah 6,5 menit pada setiap hari planet itu.


Planet Venus (Foto: dok).
Foto: NSSDC                                                                                 



ESA mengatakan para ilmuwan menemukannya ketika berusaha mencocokkan peta baru yang diambil baru-baru ini  oleh pesawat Venus Express, dengan gambar yang diambil kira-kira 16 tahun lalu oleh pesawat pengorbit Magellan NASA.
Para peneliti memperhatikan gambar yang diambil Venus Express  menunjukkan bahwa beberapa benda di Venus sampai 20 kilometer jauhya dari letak yang mereka perkirakan sebelumnya, kalau laju putaran planet itu sama dengan ketika Magellan mengambil gambarnya.  Para ilmuwan mengatakan peta Venus Express dan peta Magellan cocok ketika mereka menambahkan 6,5 menit pada panjang satu hari Venus.
ESA mengatakan fenomena itu memerlukan penelitian lebih jauh.
Sebagai  planet kedua terdekat ke Matahari, Venus terletak antara orbit planet Mercury yang kecil itu dan Bumi.